Suaminya Bersikap Kasar dan Menghinanya Karena Sudah “Tidak Cantik” Lagi! Tapi “1 Kalimat” Dari Sang Istri Bikin Dia Keok!


Mei dan Chen adalah pasutri muda yang baru saja menikah. Suatu Chen pulang kerja dan mendapati kalau istrinya tidak ada di rumah. Akhirnya ia menunggu sang istri sambil bermain games di handphone.



Tak lama kemudian Mei pulang sambil membawa kresek belanjaan karena rupanya ia baru pulang dari pasar. Chen dengan nada tinggi berkata,”Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? Aku lapar setengah mati, kamu cepat masak sana!”


Mei segera ke dapur membuatkan makan malam untuk suaminya yang kembali asyik bermain games. Ketika Mei sedang mencuci buah tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi. Chen berteriak,”Mei kamu tidak dengar yah bel dari tadi bunyi? Itu ada orang cepat buka pintu.”





Dengan sabar Mei berkata,”Iya, tunggu sebentar.” kemudian ia mencuci tangannya dan berlari ke arah pintu. Ternyata yang datang adalah adik iparnya Mei yang adalah adik perempuan dari Chen.


Ia datang kesitu karena hendak meminjam uang. Lalu Mei mempersilahkan adik iparnya itu untuk masuk. Begitu masuk ia segera menghampiri kakaknya itu dan berkata hendak pinjam uang sebesar 2000 yuan atau sekitar 4,3 juta.





Chen langsung mengeluarkan dompetnya dan meminjamkan uang itu pada adiknya. Adiknya berkata kalau beberapa hari akan dibayar. Setelah mendapat uang pinjaman, sang adik langsung pulang.


Setelah adik iparnya pulang, Mei berkata kalau besok ada acara reunian dan ingin Chen datang menemaninya. Bukannya bilang iya, Chen justru emosi dan berkata kalau ia tidak mau pergi menemaninya.


“Lihat adikku dandan begitu cantik. Kamu sekarang pakai baju jelek begini ditambah lagi tidak dandan. Malu kali nemenin kamu ke acara reunian!” kata Chen.


Merasa telah dihina dan diperlakukan kasar, Mei pun tidak tinggal diam. Dia membalas ucapan suaminya,”Semua pekerjaan rumah aku lakukan seorang diri. Aku pulang terlambat sedikit kamu ngomel. Aku sedang menyiapkan malam, kamu asyik main hape dan tidak mau buka pintu!”


“Padahal pintu ada di dekat kamu! Semua-semua harus aku yang kerjakan. Kamu pikir aku tidak mau dandan? Kamu pikir aku tidak mau pakai baju bagus? Aku mau melakukan semua itu, tapi tidak ada waktunya!”


“Apa kamu pernah membantuku sekali saja? Tidak pernah kan?! Lagipula harus kamu ingat yah kalau aku itu wanita cantik, jadi jangan seenaknya menghinaku!”


Setelah meluapkan emosinya Mei segera pergi sambil membanting pintu. Chen terkejut dan tidak menyangka kalau Mei akan berkata seperti itu. Dia juga baru sadar kalau selama ini ia sudah membuat Mei susah seorang diri.


Chen sudah berlaku seenaknya pada istri yang ia cintai, tanpa sadar kelakuannya sudah menyakiti hati Mei. Chen menyesali segala tindakan buruk yang telah ia lakukan.